Ibu Nifas Menderita Hepatitis B

Posted on Updated on

IBU NIFAS DENGAN HBSAG (HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN) POSITIF

dr. Safari Wahyu Jatmiko

Departemen Patologi Klinik

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta


 Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Mau tny bgmn penanganan bufas yg hbsag + tp tdk aktif? Apakah seperti ibu nifas normal apbl tdk ada keluhan atau bgmn? Utk bayinya apa ada btasan smp brp bln imunisasi hepatitis? Terimakasih atas jwbnnya

Jawaban:

Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, berlangsung kira-kira 6 minggu.1 Periode pasca persalinan ini merupakan masa transisi yang kritis bagi ibu dan bayinya. Sehingga diperlukan pelayanan pasca persalinan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayinya. Pada masa nifas ini dilakukan asuhan nifas yang meliputi upaya mencegah dan mengobati komplikasi dan penyakit yang mungkin timbul. Selain itu asuhan nifas  juga menyediakan pelayanan pemberian ASI, imunisasi, dan nutrisi bagi ibu.2

Asuhan nifas pada ibu dengan HbsAg (+) tidak berbeda dengan ibu nifas yang HbsAg (-) kecuali pada kehati-hatian dalam hal risiko penularan terhadap bayinya dan risiko terjadinya perubahan perjalanan penyakitnya pada ibu.1

 

PENULARAN HEPATITIS B DARI IBU KE BAYI

Ibu dengan HbsAg (+) berisiko menularkan virus hepatitis B kepada anaknya. Penularan terjadi melalui tiga cara, yakni:

  1. Penularan dari ibu ke anak saat anak di dalam kandungan.
  2. Penularan dari ibu ke anak saat persalinan
  3. Penularan dari ibu ke anak karena hubungan yang erat diantara keduanya

Cara penularan 1 dan 3 frekuensinya tidak banyak, sedangkan cara penularan yang ke 2 menrupakan cara penularan yang paling sering terjadi. 3

Persentase berapakah risiko bayi terkena hepatitis B dari ibunya tidak sama antara satu kasus dengan kasus yang lainnya. Patokan yang dipakai apakah risiko penularannya besar atau kecil adalah tergantung dari berbagai faktor. Di bawah ini adalah hal-hal yang keberadaannya dianggap berperan dalam meningkatkan risiko penularan hepatitis B kepada bayi.

  • HbeAg (+)
  • Kadar HBV DNA yang tinggi pada darah ibu
  • Kadar HBV DNA yang tinggi pada tali pusat
  • Adanya HbsAg dalam darah plasenta
  • Kadar HbsAg ibu
  • Ada saudara kandung bayi yang HbsAg (+).3-6

 

PENCEGAHAN PENULARAN HEPATITIS B

Untuk mencegah terjadinya penularan hepatitis dari ibu ke anak perlu dilakukan tindakan sebagai berikut:

  1. Pemberian HBIG (Hepatitis B Immunoglobulin) kepada bayi sedini mungkin. Sebaiknya pemberian HBIG ini sebelum 12 jam, akan tetapi bila ibu diketahui terkena hepatitis B setelah masa itu, maka pemberian masih tetap dianjurkan jika bayi belum berumur 6 hari. Tata cara pemberian adalah dengan menyuntikkan HBIG sebanyak 0,5 cc secara intramuskuler (ke dalam otot) di lengan atas.1,7
  2. Pemberian vaksin hepatitis B pada usia 0 (pada saat yang sama dengan injeksi HBIG), 1, dan 6 bulan. Tata cara pemberian adalah dengan menyuntikkan vaksin hepatitis B sebanyak 0,5 cc secara intramuskuler (ke dalam otot) di lengan atas sisi yang lain.1,7
  3. Sebenarnya pencegahan penularan hepatitis B dari ibu ke anak dapat dicegah jauh-jauh hari sebelum persalinan bila ibunya diketahui HbsAg (+) pada trimester III. Pada kondisi ini ibu diberikan antivirus yang diperbolehkan untuk wanita hamil seperti tenofovir dan telbivudin. Pemberian antivirus ini dilaporkan menurunkan risiko penularan hepatitis B kepada anaknya. Metode inilah yang saat ini mulai dilirik sebagai metode yang lebih baik daripada pemberian HBIG dan imunisasi hepatitis B setelah lahir.8-9
  4. Tidak ada larangan pemberian ASI eksklusif pada bayi dengan ibu HbsAg positif terutama bila bayi telah divaksinasi dan diberi HBIG setelah lahir.1

 

PERUBAHAN PERJALANAN PENYAKIT HEPATITIS B PADA IBU

Pada saat hamil terjadi perubahan daya tahan (imunitas) yang bertujuan untuk mengurangi risiko penolakan ibu terhadap janin yang dikandungnya. Hal ini akan menyebabkan menurunnya respon imun tubuh terhadap virus hepatitis ibu. Sebagai akibat dari proses ini adalah tingginya jumlah virus dalam darah ibu dan rendahnya enzim hati ibu. Ketika janin telah keluar maka imunitas ibu kembali seperti sedia kala, akibatnya adalah adanya efek flare yang didefinisikan sebagai kenaikan enzim hati sebanyak 3 kali lipat. Keadaan ini membutuhkan pengawasan yang baik.10

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia., Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Edisi pertama. Jakarta: World Health Organization, 2013
  • Hadijono RS., Asuhan Nifas Normal, dalam: Saifuddin AB, Rachimhadi T, Wiknjosastro GH, editors. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Edisi keempat, Jakarta:Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2010
  • Juffrie M, Soenarto SS, Oswari H, Arief S, Rosalina I, Mulyani NS. Buku Ajar Gastroentero_hepatologi. Cetakan ketiga. Jakarta:Badan Penerbit IDAI, 2012
  • Zou H, Chen Y, Duan D, Zhang H, Pan C., Virologic factors associated with failure to passive–active immunoprophylaxis in infants born to HBsAg-positive mothers. Journal of Viral Hepatitis, 2012; 19(2): e18–e25
  • Guo Z, Shi XH, Feng YL, Wang B, Feng LP, Wang SP, et al., Risk factors of HBV intrauterine transmission among HBsAg-positive pregnant women. Journal of Viral Hepatitis, 2013; 20(5): 317–321
  • Pan CQ, Duan ZP, Bhamidimarri KR, Zou HB, Liang XF, Li J, et al., An Algorithm for Risk Assessment and Intervention of Mother to Child Transmission of Hepatitis B Virus. Clinical Gastroenterology and Hepatology, 2012; 10(5): 452–459
  • Wedemeyer H., Prophylaxis and Vaccination, in: Maus S, Berg T, Rockstroth J, Sarrazin C, Wedemeyer H. Editors. Hepatology 2012 A Clinical Textbook. German: Flying Publisger. 2012
  • Pande C, Sarin SK, Patra S, Kumar A, Mishra S, Srivastava S, et al., Hepatitis B vaccination with or without hepatitis B immunoglobulin at birth to babies born of HBsAg-positive mothers prevents overt HBV transmission but may not prevent occult HBV infection in babies: a randomized controlled trial. Journal of Viral Hepatitis, 2013; 20(11): 801–810
  • Han GR Cao MK, Zhao W, Jiang HX, Wang CM, Bai SF, et al., A prospective and open-label study for the efficacy and safety of telbivudine in pregnancy for the prevention of perinatal transmission of hepatitis B virus infection. Journal of Hepatology, 2011; 55(6): 1215–1221
  • Borgia G, Carleo MA, Gaeta GB, Gentile I., Hepatitis B in pregnancy. World Journal of Gastroenterology. 2012;18(34): 4677-4683
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s