Puasa bagi Penderita TBC Paru

Posted on Updated on

BOLEHKAH PASIEN TUBERKULOSIS PUASA


Pertanyaan:

Bolehkah bagi orang yang menderita penyakit Flek atau paru-paru basah yang dalam pengobatan  untuk menjalankan puasa? Apakah hal tersebut tidak menghambat penyembuhan penyakitnya?

Jawab:

Dijawab oleh dr. Safari Wahyu Jatmiko

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasa menyerang paru-paru, akan tetapi bisa juga menyerang bagian tubuh yang lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Penyakit TB bisa berbahaya dan berakibat fatal bila tidak diobati dengan benar.1

Pada umumnya pengobatan TB dilakukan minimal selama 6 bulan dengan rincian 2 bulan fase intensif dan 4 bulan fase lanjutan. Kedua fase pengobatan TB ini harus dilakukan dengan sempurna dalam arti obat diminum rutin sesuai dengan petunjuk dan pengobatan dilakukan hingga waktu yang telah ditentukan. Pengobatan yang tidak sempurna bisa mengakibatkan penyakit TB nya tidak sembuh, kuman TB aktif kembali, atau kuman penyebab TB menjadi kebal (resisten) terhadap obat yang ada.2

Saat ini pengobatan TB menggunakan kombinasi beberapa obat TB untuk menghindari resistensi kuman penyebab TB. Untungnya, obat yang diberikan biasanya diminum 1 kali sehari.3,4

 

PENDERITA TB BOLEH PUASA

Menurut hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, tercatat sebanyak 207.176.162 penduduk Indonesia memeluk Agama Islam. Jumlah tersebut setara dengan 87,18% dari total penduduk Indonesia.5 Sayangnya Jumlah penderita TB di Indonesia masih tinggi. Badan kesehatan dunia memperkirakan terjadi 583.000 kasus TB baru tiap tahunnya.6 Makna dari data di atas adalah dimungkinkan banyak penderita TB yang beragama islam dan tidak menutup kemungkinan bahwa ada diantara mereka yang menjalani pengobatan di saat bulan Ramadan. Kemudian muncul pertanyaan apakah penderita TB boleh berpuasa? Maka jawabnya adalah penderita TB boleh berpuasa bila:

  1. Tidak dirawat intensif di rumah sakit karena TB berat.

Pasien yang di rawat biasanya menderita penyakit yang berat, misalnya pasien TB dengan batuk darah hebat dan memerlukan tindakan bedah untuk menghentikan perdarahannya, maka pasien yang seperti ini sebaiknya tidak puasa.

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. ” (QS. Al Baqarah: 185).

Berdasarkan ayat di atas, orang sakit yang bila puasa akan membahayakan dirinya, memperlambat kesembuhan, atau menambah rasa sakit diberi keringanan untuk tidak berpuasa.7 Jadi jika penyakit TB yang dideritanya tidak berat maka boleh baginya berpuasa.

  1. Pasien yang akan berpuasa merasa mampu menjalankannya (biasanya setelah mendapatkan terapi 2 bulan, pasien merasa kondisinya lebih baik).

Salah satu syarat puasa adalah mampu secara fisik.8 jadi jika penderita TB akan berpuasa maka ia harus yakin kalau dia mampu menjalaninya.

  1. Diperbolehkan oleh dokter yang merawatnya karena dokter yang merawatnya paling tahu dengan kondisi pasien yang dirawatnya.

Jika dokter yang merawatnya melarang puasa maka sebaiknya tidak puasa,9 namun jika dokter membolehkan maka ia boleh puasa

PUASA TIDAK MENGHAMBAT PENGOBATAN MAUPUN PENYEMBUHAN TB

Puasa tidak menghambat pengobatan TB karena obat diberikan dalam dosis 1 kali sehari dan puasa tidak manghambat penyembuhan TB.3,4 Hingga saat ini kami belum menemukan bukti ilmiah bahwa puasa menghambat penyembuhan TB.

Agar obat anti TB yang diminum selama puasa mempunyai efek yang maksimal, kami anjurkan untuk meminum obat sebelum tidur. Alasannya adalah penyerapan obat anti TB lebih baik ketika perut dalam keadaan kosong (ingat bahwa saat buka atau sahur perut kita terisi makanan). Pemberian obat di malam hari juga mengurangi efek samping obat terhadap pencernaan.10-12

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Centers for Disease Control and Prevention., Tuberculosis (TB). Available from: http://www.cdc.gov/tb/
  2. World Health Organization., Treatment of tuberculosis: guidelines. 4th Geneva:WHO press. 2010
  3. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Departemen Kesehatan RI., Pharmaceutical Care untuk Penyakit Tuberkulosis. 2005. Available from: http://binfar.kemkes.go.id/v2/wp-content/uploads/2014/02/PC_TB.pdf
  4. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia., Tuberkulosis : Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Available from: http://www.klikpdpi.com/konsensus/tb/tb.html#5
  5. Menuju Perilaku Umat yang Produktif., Suara Muhammadiyah. 2014. Available from: http://www.suaramuhammadiyah.com/p-235.html
  6. Kartasasmita CB., Epidemiologi Tuberkulosis. Sari Pediatri 2009;11(2):124-9
  7. Al Fauzan SBF., Ittihaafu Ahlil Iimaan bi Duruusi Syahri Romadhoon. Zuhdy M (terj), Bimbingan Meraih Kemuliaan Ramadhan. Cetakan 1. Solo:Al-Qowam. 2003
  8. Tuasikal MA., Fikih Puasa (1): Syarat Wajib Puasa. 2013. Available from: http://muslim.or.id/ramadhan/fikih-puasa-1-syarat-wajib-puasa.html
  9. Al Utsaimin MBS., Fatawa Arkanul Islam. Abidin M (terj)., Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji. Cetakan kedua. Jakarta:Darul Falah. 2004
  10. Lin MY, Lin SJ, Chan LC, Lu YC., Impact of food and antacids on the pharmacokinetics of anti-tuberculosis drugs: systematic review and meta-analysis. The International Journal of Tuberculosis and Lung Disease. 2010; 14(7):806–818
  11. Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia., 2015. Available from: http://pionas.pom.go.id/book/ioni-bab-5-infeksi-52-tuberkulosis-dan-leprosi/521-antituberkulosis
  12. Sari ID, Yuniar Y, Syaripuddin M., Studi Monitoring Efek Samping Obat Antituberkulosis FDC Kategori 1 di Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat. Media Litbangkes, 2014; 24(1): 28-35
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s